Tolak Bangunan Tower, Zulkarnain Majid angkat Bicara

  • Whatsapp
banner 468x60

Intelijen007news, Manggarai Timur, NTT – kejadian yang terjadi hari Senin pada tanggal 4 Oktober 2021 Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan bagian dari kelompok Teno, Sabtu (16/10/2021)

Terkait adanya pelarangan aktivitas pegawai kantor langsung dan mematok tanah area kantor Lurah kecamatan Elar.

Hal ini banyak menjadi perbincangan ditengah masyarakat, terkait sikap dari kelompok Teno Ndoko yang membuat pagar disekelilingnya kantor lurah.

Bukan hanya kantor akan tetapi pembangunan tower di tanah wilayah pemerintah kelurahan Tiwu Kondo.

Sementara kasus tanah ini sudah kali kedua, dan sudah dilakukan mediasi oleh Polres Manggarai sesuai hasil mediasi pada, tanggal 9 Juni 2017 lalu.

Bahwa status tanah disengketakan oleh kelompok yang mengatasnamakan Teno Ndoko memang tanah milik pemerintah.

Adapun hasil mediasi antara kelompok Teno dan pemerintah Kelurahan bahwa:
1. Tanah yang disengketakan oleh suku Teno Ndoko adalah tanah milik pemerintah kabupaten Manggarai Timur dan status hukum dari Mahkama Agung Republik Indonesia.
2. Suku Teno Ndoko siap untuk tidak melakukan aktivitas diatas tanah Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur
3. Suku Teno Ndoko wajib membongkar bangunan yang dibangun disamping Kantor Lurah Tiwu Kondo dengan batas waktu selambat-lambatnya 20 Juni 2017.

Zulkarnain Majid menambahkan lagi persoalan sengketa lahan ini sudah selesai.

“Hasil mediasi sudah jelas dan jika kelompok Teno Ndoko masih mempermasalahkan lagi hasil mediasi berarti mereka menyalahi kesepakatan awal dan mestinya harus ditindak tegas oleh aparat hukum” kata Zulkarnain

Ia menambahkan karena kejadian tersebut dapat menghambat perubahan diKecamatan Elar.

“saya merasa kecewa dengan kelompok Teno Ndoko karena sikap kekanak-kanakan ini bisa menghambat perubahan di Kecamatan Elar” kesalnya.

Disisi lain proses pembangunan dalam kategori terbelakang dan harus ditanggapi serius karena diduga kuat menyalahi kesepakatan

“proses pembangunan di Kecamatan Elar masih dianggap terbelakang Saya tegaskan dan ini mesti ditanggap serius apalagi sengketa yang dilakukan sama oknum yang mengatasnamakan bagian dari kelompok Teno Ndoko dan menyalahi kesepakatan hasil mediasi yang ada” jelasnya.

“Kalaupun hal ini didiamkan, berati persepsi masyarakat terhadap kepala Lurah Tiwu Kondo tidak pantas untuk menjabat Kepala Lurah karena tidak mampu untuk mengambil sikap yang jelas” tutupnya (Latif)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *