Berkah Jalan Seperti Gubangan Kerbau, Warga Tanam Pisang, Cudding Harap Perhatian Bupati dan DPRD Sinjai

  • Whatsapp
banner 468x60

Intelijen007news, Sinjai, Sulsel – Poros dada-mata mata’e masih hancur betapa tidak kurang lebih 2 kilometer jalan tersebut, setiap hari di lalui masyarakat dengan kondisi lumpur saat hujan berdebu saat kemarau ,sejak puluhan tahun.

Sementara Program pembangunan pemerintah kabupaten Sinjai terbilang fantastis di bidang pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan melalui anggaran pinjam yang kabarnya sebesar Rp 185 miliar .

Kurang lebih 500 kilometer untuk peningkatan jalan dan puluhan unit jembatan diperuntukkan melalui anggaran pinjam tersebut , yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan .

Kendati demikian tak sedikit warga kabupaten Sinjai memuji pucuk pencapaian program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Terkhusus di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, ikut tersentuh tepatnya disusun Gareccing jalan poros Bikeru Satu – batu leppa.

Namun belum untuk poros Dada-Mata Mata’e.

Hal ini kembali dikeluhkan oleh warga setempat seperti salah seorang tokoh muda cudding 22 tahun,

terkini kata dia terkait jalan poros dada mata mata’e yang masih terbilang sangat membahayakan pengguna jalan, selain terjal sejumlah bahu jalan berkubang.

Meski beberapa aksi protes sempat dilakukan oleh warga seperti halnya tanam pohon pisang ditengah jalan, dan aksi mancing.

Namun ironisnya jalan poros dada mata mata’e belum juga mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Doc.foto: Cudding pemuda Talle, kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai

Cudding ‘warga-Rd’berharap kepada pemerintah kabupaten Sinjai karena jalan tersebut merupakan ranah pembangunan pemkab Sinjai.

“Terkhusus kosong satu kabupaten Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa dan para anggota DPRD agar menjawab keluhan warga melalui program pembangunan yang merata, karena jalan tersebut merupakan akses menuju jalan poros nasional (Bulukumba -sinjai)”imbuhnya Senin 20 September 2021.

Lanjut kata dia,”bagaimana perekonomian masyarakat mau meningkat kalau tidak di dukung melalui sektor peningkatan infrastruktur jalan’.pungkasnya mengakhiri

Sebelumnya banyak warga yang menilai kepala Desa Talle gagal dalam menggenjot pembangunan infrastruktur jalan melalui anggaran dana desa pada periode kepemimpinan Ir.Abd Rajab.

Sementara poros dada mata matae merupakan ranah pembangunan pemkab Sinjai melalui APBD maupun APBN.

Hal ini dikemukakan oleh Ir abd Rajab saat dijumpai oleh wartawan pasca tanam pohon dan aksi memancing ditengah jalan yang dilakukan Oleh warganya ,pada bulan Mei 2020 lalu. (sb)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *