Buntut Tolak Tambang Sinjai, KESDM Angkat Bicara

  • Whatsapp
banner 468x60

Intelijen007news, Sinjai, Sulsel – Inspektur Tambang Muda, Kementerian energi dan sumber daya mineral (KESDM) Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Ali tanggapi siap tambang pasir di Kabupaten Sinjai. Senin (06/09/2021)

Ia mengatakan bahwa kegiatan penambangan di sungai bisa pancing warga lakukan penambangan secara ilegal.

“Tambang di Sinjai, khususnya Kegiatan Penambangan di sungai memang memancing masyarakat untuk melakukan kegiatan penambangan Ilegal,” katanya

Hal tersebut juga ia jelaskan bahwa, “Faktor pemicu karena tingginya APBD Sinjai di sektor infrastruktur tidak berbanding lurus dengan jumlah produksi pasir,” terangnya

Selain itu, Menurut Muhammad Ali, hal itu disebabkan kurangnya izin usaha pertambangan Operasi untuk produksi pasir di Sinjai

“Ini disebabkan kurangnya Izin Usaha Penambangan Operasi Produksi Pasir di Sinjai, atau Lokasi penambangan yang berizin,” tambahnya

Lebih lanjut, Muhammad Ali memaparkan jika ada beberapa faktor yang menjadi hambatan salah satunya yakni

“Pengurusan izin tambang di Kabupaten Sinjai dan juga untuk di Sungai tidak ada yang terbit dikarenakan harus mengantongi Dokumen AMDAL yang nota bene biaya pengurusannya kisaran 400 jt keatas dikarenakan efektif diberlakukannya PERDA RTRW Kabupaten Sinjai (info Cuman Sinjai dan bulukumba yang memiliki PERDA serupa,” paparnya

Sekedar diketahui, Dengan Efektif berlakunya UU Cipta Kerja dan UU No 3 Tahun 2020 Tetang Pertambangan Mineral dan Batubara dimana Perizinan Tambang untuk semua komoditas dilimpahkan ke Kementerian (Jakarta).

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Dusun Lengkese, Desa Bongki Lengkese, Kecamatan Sinjai Timur menggelar aksi penolakan tambang Pasir Wae pellae, Senin (06/09/21)

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes Warga terhadap dampak kerusakan jalan umum akibat lalu lintas angkutan berat pertambangan yang telah berjalan selama 9 bulan ini.

“Kami menolak pertambangan ini, karena telah merusak jalan umum kami dengan tingginya lalu lintas kendaraan pertambangan Waepelae” Ungkap Khaeril selaku Koordinator Aksi.

Lanjut, Khaeril juga menerangkan bahwa dengan rusaknya Jalan berimbas pada kehidupan sosial ekonomi Warga setempat.

“Terdapat juga dampak sosial ekonomi sebab kami harus memikul hasil panen kami cukup jauh karena angkutan umum tidak bisa lewat lagi, Apalagi masyarakat yang mau berkunjung ke permandian waepelae mesti berjan kaki sekitar 1 KM,” tandasnya (sfn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *