Gegarah Sertu Belum Lunas Warga Sita Alat Berat Milik PUPR Sinjai

  • Whatsapp
banner 468x60

Intelijen007news, Sinjai, Sulsel – Dampak Alat berat jenis Bomag milik PUPR Sinjai di Dusun Turungan Toae, Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, Ibarat Bak air di belah dua.

Penampakan Bomag tersebut yang terparkir didepan rumah warga dan tampak tak terawat layaknya seperti besi tua yang rongsokan sepertinya siap ditimbang.

Warga Bonto Salamah minta alat berat jenis Bomag yang terparkir didepan tempat cuci kendaraan dipindahkan sementara warga lain alat tersebut tidak boleh di pindahkan kecuali biaya materialnya di lunasi.

Warga yang enggan disebut namanya mengatakan jika hal itu ia sudah disampaikan kepada salah satu anggota DPRD Kabupaten Sinjai untuk menyampaikan terkait alat tersebut agar dipindahkan dikarenakan alat tersebut menghalangi masuknya kendaraan di tempat cuci tersebut.

“Kemarin saya sampaikan ke Hj Baya, kapan bisa dipindahkan ini alat karena saya ingin pake itu tempat cuci mobil sementara alat masih menghalangi,” ungkapnya

Sementara itu, saat dikonfirmasi Hj. Nurbaya Toppo sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Dapil IV dari Praksi PPP mengatakan jika hal itu sudah disampaikan kepada pihak terkait.

Untuk menindak lanjuti permintaan warga terkait alat Bomag tersebut dan katanya Bomag itu Sementara dicarikan alatnya yang rusak baru kemudian diambil.

“Sudah disampaikan ke PU, tapi itu alat katanya baru dicarikan alatnya yang lagi rusak, nanti sudah diperbaiki baru diambil,” ujannya Sabtu, (21/08/2021)

Legislator partai PPP, Hj. Nurbaya Toppo mengakui telah meyampaikan kepada pihak PUPR dan ia mengakui sementara dicarikan alatnya untuk memindahkan alat tersebut

“Ini sudah saya hubungi lagi, katanya sisa mau dipasang pompanya setelah dipasang bedeng semoga bisa langsung dipindahkan,” bebernya

Terpisah, Saat dikonfirmasi Arif, selaku penanggungjawab perusaahan PT Mitra Bahagia Utama untuk pengerjaan peningkatan jalan paket 6 ruas Arabika-Magala, ta 2020

Berkaitan alat berat jenis Bomag, seperti dikatakan oleh pelaksana bahwa, Alat PUPR tersebut dipake untuk masuk ke pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sinjai

“PU kan ceritanya dipake juga alatnya untuk PADnya ceritanya di PU toh, begituu,” kata Arif

Dia menepis bahwa alat tersebut warga seharusnya berhubungan langsung sama pihak dinas PUPR Sinjai.

“Karena Itu disana warga berhubungan dengan PU bukan langsung ke saya,” tepis Arif saat di konfirmasi.

Lain hal yang ungkap oleh warga sekaligus selaku suplayer material pembangunan jalan beton ruas ‘Magalah- Arabika’ paket 6. Ta 2020. telah selesai pekerjaannya.

Salah satunya suplayer sempat di konfirmasi Muhanis, mengatakan bahwa ada alat milik dinas PUPR Sinjai ditahan/disita warga yakni Bomag dan Gleder Karena materialnya belum dibayar sekitar ratusan juta.

“Belum bayar uang sertu ‘batu pecah-red’ masyarakat Bonto salamah menyita alat Berat sekitar Rp. 175 juta” ungkap Muhanis.

Dia menegaskan bahwa alat berat tersebut tidak boleh di geser karena biaya batu pecahnya belum lunas.

“Itu alat baru bisa bergeser atau diambil oleh pu kalau sudahmi nalunasi sertuku” tegasnya muhanis saat di konfirmasi beberapa hari yang lalu.

(sfn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *