Dirundung Pilu Sejuta Harapan, Bupati Sinjai Dipaksakan Merayap

  • Whatsapp
banner 468x60

Intelijen007news, Sinjai, Sulsel – Visi/Misi Bupati Sinjai Andi seto Gadhista Asapa, melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten Sinjai RPJMD, Tahun 2018-2023,

 

Hal tersebut melalui, Visi RPJMD Kabupaten Sinjai 2018-2023 adalah: Terwujudnya Masyarakat Sinjai yang Mandiri, Berkeadilan dan Religius melalui Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia yang Unggul dan Berdaya Saing.

 

Sedangkan misinya ‘di kutip’, Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik berlandaskan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, bersih, profesional, transparan dan partisipatif

 

Demi Mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi pemerintah, disertai meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana/prasarana publik serta infrastruktur wilayah dalam mengoptimalkan perkembangan wilayah dan koneksivitas antar wilayah.

Ket, Foto :Bomag dan Gleder di desa Bonto Salama

Hal tersebut terlihat realisasinya tunjang dan di buktikan oleh Bupati Sinjai Andi Seto namun ia telah dipaksakan merayap, disebabkan berbagai hal.

 

Seperti, Terjadi pembangunan infrastruktur jalan, Paket 6, meliputi tiga ruas Jalan, yakni, Ruas Jalan Laiya- Arabika, Ruas Jalan Bonto Selama-Terasa, Ruas Jalan Magala- Arabika, pelaksana PT. MITRA BAHAGIA UTAMA, satker Dinas PUPR Sinjai, TA 2020.

 

Dipaket tersebut terdapat tiga ruas, yakni Ruas Bonto Salamah- Terasa, kendala bahu jalan belum tuntas atau belum di timbun yang sangat membayarkan pengguna jalan.

 

inisial (MA) dan inisial (AA), merupakan meyedia supplier seperti batu gunung, pasir khususnya pekerjaan drainase dan talud.

Ket.Foto, Ruas Bonto Salamah-Terasa

“Saya saja malu di lihat sama yang punya meterial, pada hal sudah pekerjaan tersebut sudah lama selesai dimana mi lagi yang di biayai yang lain naituji di harap itu kan secara otomatis kami rugi sebagai supplier material”. kata MA.

 

Ruas Manggala-Arabika, karena biaya suplayer belum luas dua alat milik PUPR di tahan/sita warga.

 

Sedangkan inisial Aja, mengatakan bahwa pembayaran material kapan dilunasi, bahkan ia datangi kantor dinas PUPR Sinjai sampai pelaksana dia mau ketemu di luar.

 

“Itu juga dinda, kalau saya tidak salah alat beratnya PUPR belum diambil dan di biarkan begitu saja mungkin tidak ambil karena pembayarannya belum lunas kedua alat tidak dibiarkan di ambil kalau belum lunas materiaku.” tegas Aja.

Ket.Foto: Kondisi jalan Ruas Arabika Laiya, Desa Turunan Baji,

Sedangkan rusa Ruas Laiya – Arabika, belum tuntas padahal merupakan Akses Jalan penghubung antar kecamatan. Hingga menuai sorotan salah satunya Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Kabupaten Sinjai.

 

Terkait dana kisaran 185 Miliar pinjaman pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai yang notabenenya diperuntukkan pada pembangunan infrastruktur, anggaran sebesar itu digunakan tetapi hasilnya terkesan diskriminatif.

 

Ia nilai ruas jalan tersebut, dikerja setengah hati, pasalnya hingga saat ini belum juga rampung. Kamis, (29/07/21).

 

Sementara menurut dia, jalan poros Laiya-Arabika adalah akses terdekat masyarakat menuju kota Sinjai.

 

“Pada tahun 2020 lalu telah dikerjakan Pemerintah Daerah sekitar 3 Km, sedangkan yang belum rampung sisa 1,6 Km dan seperti jalan tersebut di kerjakan setengah hati” kata dia.

 

Sedangkan dikonfirmasi lewat via telepon seluler oleh melalui kadis pupr Andi Taufik Saleh (0811440XXX), dan pihak pelaksana atau rekanan PT, Mitra Cipta Bahagia, Ari (08134203XXXX), hanya memberikan jawaban melalui operator seluler, seragam tanggapan.

 

“Untuk Meninggalkaan pesan suara tekan 1 3 5, Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan” tutupnya.

 

(sfn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *