Proyek Irigasi, Pekerja Minta Tambah, Subkontrak: Upah Hanya Segitu

  • Whatsapp
banner 468x60

Intelijen007news, Sinjai, Sulsel –  Pengerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan Daerah Irigasi (DI) sumber Dana Alokasi Khusus (DAK)-Penugasan Tahun angaran 2021, Satker Dinas PUPR Sinjai.

Seperti pekerjaan jaringan irigasi Permukaan Daerah irigasi (DI), Tabaria, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Senin (25/07/2021)

Terkhusus proses pekerjaan terpengaruh disebabkan upah pekerja dinilai rendah.

Seperti halnya yang di ungkap salah satu warga sekaligus pekerja irigasi, Irfan mengeluhkan karena rendahnya upah pengerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi (DI) Tambaria,

Dia sebut disetiap orang hanya bisa mendapatkan 65 ribu rupiah perhari.

“Saya sendiri itu sangat murah, 19 hari dikerja dapat 7 juta dengan 5 orang jadi kena 65 ribu perhari itupun kita tidak pulang makan jadi kita bawa bekal,” katanya.

Diakuinya dia (irfan-red) perna minta tambahan upah dari pihak kontraktor.

“Saya pernah meminta tambahan tapi dibilang memang hanya segitu upahnya, 70 ribu permeter,” tuturnya.

Sementara, terkait material berupa batu gunung, berasal dari bongkahan dari irigasi lama, dan dipasang kembali.

“Harus dibongkar semua dan batu yang bekas pembongkaran (bongkahan-red) dipasang kembali baru ditambah”

Bahkan di akuinya hanya 100 meter dikerja karena lebih kubikasinya.

“Saya 100 meter selesai kukerja dan ada kayaknya sudah lebih 10 kubi batu saya pake” tuturnya.

Sebab pekerjaan tersebut tidak seperti biasa dan volume bertambah

“tidak seperti biasanya ini karena bertambah tingginya sekitar 70 cm dan luasnya 50 cm,” jelasnya.

Dikutif dari salah satu sumber terpercaya, pihak kontraktor pelaksana (subkon-red) Andi Mappajanci sapaan Andi Anci, mengakui bahwa upah pekerja memang hanya segitu.

“Sekitar segitu ji memang, kalau sama di D.I Buke rata-rata 200 ribu perhari didapat borongangnya itu tukang dan termasuk tinggi itu di DI Tambaria,” jelasnya

Namun terkait, estimasi anggaran permeter seperti upah pekerja dari komitmen awal, ia enggan menyebutnya.

“Memang segitu ji” Singkatnya dengan mengunakan dialek bahasa Konjo

Terkait pemakaian material batu gunung dari hasil pembongkaran Irigasi tersebut,

Ia (Andi Anci-red) menyebut jika itu sesuai kontrak dan batunya dibeli kembali yang merupakan aset negara.

“Iye sesuai dengan kontrak kita beli kembali batunya Aset,” bebernya

Untuk peroses pengerjaan rehab irigasi total karena dimensinya bertambah, jadi harus dibongkar.

“Dibongkar total karena bertambahki dimensinya lebar dan tinggi,” tambahnya.

Sekedar diketahui, Daerah Irigasi Tambaria panjang kurang lebih 700 m dengan Nilai Kontrak kurang lebih Rp. 944, Juta. (sfn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *