Peringati Hari Anak Nasional!, Sinjai Warnai Dua Aksi?

  • Whatsapp
banner 468x60

Intelijen007news, Sinjai, Sulsel – Hari Anak Nasional jatuh pada 23 Juli berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, tepatnya Hari Anak Nasional 2021, tema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ tagline #AnakPeduliDiMasaPandemi.

Tak terkecuali di kabupaten Sinjai, Peringati Hari Anak Nasional, Rangkaian kampanye menolak kekerasan wanita dan anak, di warnai aksi yakni penanaman pohon dan perkelahian atau penganiayaan diduga anak dibawah umur, Sabtu (24/07/2021).

Melalui Ketua TP-PKK Kabupaten Sinjai, Hj. Andi Nurhilda Daramata Seto melakukan kampanye menolak kekerasan pada wanita dan anak.

Lebih jelasnya baca: https://intelijen007news.com/2021/07/24/pkk-sinjai-kampanye-stop-benarkah-kekerasan-wanita-dan-anak/

Hal tersebut, rangkaian Kampanye menolak kekerasan wanita dan anak aksi penanaman pohon bersama pengurus KNPI dan Forum Anak Sinjai (FAMS) di kawasan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai,

Namun, dilain tempat terjadi insiden berdarah diduga Anak dibawah Umur salah satu pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, di lingkungan Bontoasa, Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellulimpo’e, Kabupaten Sinjai.

Sekaitan kekerasan tersebut terungkap, press rilis Humas polres Sinjai, Satuan Reskrim Polres Sinjai berhasil mengamankan 2 (dua) orang pria berinisial ES, (17) tahun, AW, (20) tahun, dan satu orang sementara dalam pengejaran berinisal lel. KD (20) tahun.

Lebih jelasnya baca: https://intelijen007news.com/2021/07/25/polres-sinjai-berhasil-amankan-pelaku-penganiayaan-menyebabkan-korban-meninggal-dimantel/

Bukan hanya itu, kekerasan yang dialami anak di bawah umur, Seperti kasus asusila tribun lapangan Sinjai Bersatu, namun ada tak kalah heboh kasus penganiayaan melibatkan oknum pegawai dinas perhubungan Sinjai dipasar Manimpahoi, kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai.

Seperti diungkap Oleh, orang tua korban, Andi Basri, bahwa apa yang dialami putra sulungnya dipasar Manimpahoi hingga sampai proses hukum di pengadilan Negeri Sinjai bahkan sampai vonis penjarah.

“Kurang mantap menurut saya ‘Hari Anak Nasional’ Kasus penganiayaan anak di bawah umur masih bebas berkeliaran di luar sana” ungkapnya.

Dia menganggap pemerintah tidak mampu selesaikan, ibarat kasus yang di alami anaknya ibarat suatu istilah ‘tidak ada urusan dengan Belanda’.

Baca juga: https://intelijen007news.com/2021/07/20/senandung-rindu-penegakan-hukum-di-balik-kebenaran-dan-keadilan/

“Saya anggap pemerintah dalam hal ini dan tidak mampu selesaikan kasus ini, sepertinya tidak ada urusan dengan belanda!!” tutup Andi Basri

Sementara, Konvensi Tentang Hak-Hak Anak (Convention On The Rights Of The Child) berdasarkan Undang Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dari contoh tersebut:

Dimanakah hak hak anak seperti yang di utarakan Andi Basri sebagai orang tua korban.?

Apakah UU di jalankan dan diterapkan secara terstruktur, Sistematis dan massif di Bumi Panrita Kitta.?

Apakah kebenaran dan keadilan dibumi Panrita Kitta bertuan, milik ekonom (berduit), milik kaum kapitalis,?

(sfn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *