Mayat Perempuan Gegerkan Gerakan Aksi Peduli Sampah Pemkab Sinjai

  • Whatsapp
foto: doc.tim website Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sulawesi dan Maluku, Darhamsyah
banner 468x60

Intelijen007news, Sinjai – Gerakan Aksi Peduli Sampah dab Kampanye dan Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E), digegerkan mayat mengapung di area wisata bakau Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Jum’at (16/07/2021).

Dikutip berbagai sumber,kegiatan aksi bersih dan kampanye lingkungan ini diikuti kurang lebih 250 orang terdiri dari unsur TNI, Polri, Mahasiswa, ASN, masyarakat desa Tongke-tongke, organisasi kepemudaan dan organisasi pencinta alam hingga penemuan mayat.

Gerakan Aksi Peduli Sampah dab Kampanye Lingkungan digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

Foto: Doc.DPD Apkan RI

Kegiatan ini diinisiasi Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sulawesi dan Maluku (Suma) dan dipusatkan di Desa Tongke-tongke, Kecamatan Sinjai Timur.

Melalui Kepala UP3 Suma, Darhamsyah menerangkan, alasan besar kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Sinjai, sebab hadirnya restorasi ekosistem mangrove yang dinilai telah berhasil dan sudah di akui oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Darhamsyah menitip pesan khusus dari Menteri Lingkungan hidup agar kelestarian ekosistem mangrove dapat dijaga dengan baik.

“Pesan Ibu Menteri ekosistem disini bisa terjaga dengan gerakan ini, apalagi sudah menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain”, ungkapnya.

Namun kegiatan Gerakan Aksi Peduli Sampah DAP Kampanye Lingkungan tesebut digegerkan penemuan mayat mengapung di area kegiatan aksi tersebut.

Foto:doc.DPD Apkan Sinjai
Ketua DPD Sinjai Apkan RI, Andi Baso Lolo Supu (baju putih)

Ketua DPD Sinjai Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (APKAN) RI , Andi Baso Lolo, saat di konfirmasi, ia benarkan karena berada di tempat kejadian itu.

” sekitar jam 09.00 pagi tadi. kebetulan di Desa Tongke-Tongke ada aksi bersih- bersih dan banyak instansi yang hadir termasuk pihak kepolisian. Tak lama kemudian seseorang berlari memanggil katanya ada orang meninggal. Saya pun menghampiri dan memang benar ada mayat mengapung,” ujar Andi Baso.

Ia pun menambahkan bahwa korban sempat menghilang semalaman sebelum insiden naas itu terjadi.

“Dari tadi malam di cari keluarganya karena dia (Korban) tidak pulang-pulang. Dan memang sering mencari biri “re. Kerang” disekitaran sungai itu. Dan kalau tidak salah, waktu saya cerita dengan keluarganya, korban perempuan berumur sekitar 20 tahun dan memang memiliki riwayat penyakit ” tandasnya

Hal tersebut sempat di konfirmasi melalui  Kepala Kepolisian Resor Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Iwan Irmawan, S.Ik.,M.Si beberkan bersumber dari keterangan warga korban memiliki Riwayat penyakit Epilepsi (penyakit ayam),

Korban merupakan warga Dusun Cempae, Desa. Tongke – Tongke, Kec. Sinjai Timur Kab. Sinjai, bernama inisial ZH (21), jenis kelamin perempuan,

Fot: doc. DPD Apkan

Korban tersebut telah dikabarkan menghilang oleh keluarganya pada hari rabu tepatnya malam kamis (2hari yang lalu),

Dari informasi dari keluarga korban, korban pergi meninggalkan rumah untuk mencari kerang di sungai pada Rabu sore.

Korban pertama kali di temukan oleh bapak Tire (60) alamat,Tappe’e kelurahaan Lappa, Kecamatan Sinjai utara, Kabupaten Sinjai, pada saat melintas tepatnya pukul 08.30, Jum’at (16/07/2021)

“keluarganya juga memang mengakui bahwa korban akhir-akhir ini sering terjatuh tiba – tiba (Kejang – Kejang dan pingsan)” katanya

Di tambahkan keluarga korban menolak diotopsi, dan telah di kembalikan kepihak keluarga oleh pihak kepolisian.

“Korban telah di kembalikan ke keluarganya oleh pihak kepolisian sektor sinjai timur, untuk di mandikan dan di makamkan, karena keluarga korban menolak Jenazah untuk diotopsi” tutupnya.

(sfn)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *