Ingin Kasih Efek Jera, Pelapor Merana Terdakwa Divonis Satu Bulan Pidana

  • Whatsapp
banner 468x60

Sinjai, Sulsel – Kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik (UU ITE) atas laporan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Andi Suriyanto Asapa dengan terdakwa Andi Darmawansyah.

Kasus ini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sinjai yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rizki Heber, SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rozalina Abidin. bertempat di jalan jenderal Sudirman Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Selasa (22/06/2021).

Dalam sidang tersebut, masuk putusan vonis pidana, melalui Humas Pengadilan Negeri (PN) Sinjai, Rizal Ihutraja Sinurat, S.H membenarkan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sinjai memvonis Andi Darmawansyah alias Ancha Mayor satu bulan penjara terkait kasus penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos).

“Terdakwa ini kan didakwa dengan dakwaan tunggal dari penuntut umum dengan pasal 45 ayat 3 junto pasal 27 ayat 3 UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) muatannya itu adalah pada pokoknya adalah penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik” ungkapnya.

Rizal menuturkan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja mendistribusikan atau mentransmisikan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik.

“Kemudian dia dituntut dengan pidana penjara selama tiga bulan, terus putusan dari majelis hakim itu menjatuhkan pidana penjara selama satu bulan, menetapkan pidana tersebut tidak usah dijalani oleh terdakwa kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terdakwa melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama tiga bulan berakhir,” lanjut Rizal.INTELIJEN007NEWSSementara Andi Darmawansyah yang sapaan Ancha Mayor ditemui media di halaman kantor PN Sinjai mengatakan akan melakukan banding.

“Saya melakukan banding, dan masih ada kasus yang sama saya tunggu di meja hijau laporan Bupati” ungkapnya.

Disisi lain pihak pelapor dr. Andi Surianto Asapa sapaan dr. Dedet mengatakan dia merasa tidak puas karena putusan hakim lebih ringan dari tuntutan JPU.

“Saya akan ikuti jaksa untuk banding karena tersangka kayanya tidak fer (rec. arti. berterus terang, secara jujur ​​dan terbuka apa adanya) kan sudah sudah terbukti melanggar uu tentan ITE dan hasil putusan hakim saya tidak puas, atas putusan itu” ucap dr.Dedet

Dia berharap ada efek jera’ agar masyarakat tidak seenaknya up-date yang dapat mencederai nama seseorang dan masyarakat harus bijak dalam dalam penggunaan media sosial.

“Masyarakat harus di kasih efek jera’ aga tidak seenaknya posting yang mencemarkan nama baik orang” kata dr. Dedet.

Terkait putusan hakim hanya satu bulan pidana percobaan, Jaksa penuntut umum, (JPU) Rosalina Abidin, akan banding sebab vonis lebih rendah seperdua dari tuntutan.

“Tuntutan dan vonisnya lebih rendah seperdua dari tuntutan, tuntutan JPU tiga bulan namun vonis satu bulan, itu ada aturannya harus banding” tutur Rosalina (SFN)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *