Confrence pers’ Kapolda Sulsel Ungkap dan Motif Kasus Mayat Tompo ladang

  • Whatsapp
banner 468x60

Makassar – Kepolisian Polda Sulawesi Selatan menggelar Konferensi Press Pada kamis 17 Juni 2021 terkait penemuan kasus mayat terbakar di bukit kemiri, Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulsel. Kamis (17/06/2021)

Confrence pers dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam M.S.I bersama Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan dan Direskrimum Polda Sulsel, Serta Kabid Dokkes dan Ka Labfor Polda Sulsel dengan hadirkan Pelaku dan Barang Bukti yang digunakan habisi korban.

Dihadapan para media, Kapolda Sulawesi Selatan menjelaskan identitas korban yakni seorang lelaki R (20) beralamat di Tamalate No. 3 Kelurahan Kale Gowa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Kapolda Sulawesi selatan juga mengungkap para pelaku yaitu dengan Jumlah 9 Sembilan orang yaitu MA(19), DAS(19), FS(16), seorang wanita H (23), AP(19), TH(22), AI(17), MAN (16 ), dan Dion Masih DPO.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Merdisyam, beberkan motif pembunuhan sadis yang di temukan di Tompo ladang Maros,

Berikut ulasannya, “salah satu Pelaku, MA cemburu dan sakit hati terhadap korban karena memiliki hubungan sesama jenis dengan Lelaki lain”, ungkap Merdisyam.

“Para pelaku ada 9 Sembilan orang tersebut telah berhasil ditangkap 8 orang sementara 1 orang masih DPO Daftar Pencarian Orang” tuturnya.

Kronologi, awal kejadiannya tersebut dan terungkapnya kasus ini yaitu di saat di TKP penjemputan, Senin (07/06/2021), pukul 09.00 Wita, Pelaku MA dan Korban Rian yang berkomunikasi melalui media sosial (medsos) via Facebook.

Kemudian Pelaku yang mengajak bertemu dihotel Wisata Jl Bau Makassar, korban setuju dengan syarat, Pelaku izin kekakak korban dengan alasan hendak ke Malino.

Sementara saksi menuju AI Pelaku, selanjutnya dengan motor rumah korban di Jl Pallantikang Gowa, mereka meminta izin ke Reza, kakak korban untuk dibawa ke Malino.

Dari rumah korban mereka menuju ke hotel Wisata II dengan motor, di mana korban berada di posisi paling belakang.

Sementara perjalanan pelaku mengambil Hp Korban dan melihat percakapan korban di WA dab FB dan mengakibatkan pelaku MA cemburu.

Lalu, Pelaku bersama saksi dan korban tiba di TKP hotel Wisata Jl H. Bau Makassar, pukul 21.00 Wita.

Namun Saksi AI kembali ketempat kerja, pelaku MA, DAS dan korban masuk ke hotel, dan menuju kamar 405, dan disana sudah ada Dion dan 2 orang laki laki.

Keesokan harinya, Selasa, (08/07/2021) pukul 02.00 Wita saat Dion, bersama 2 orang lelaki temannnya membunuh, korban dan MA melakukan hubungan seksual sesama jenis.

Kemudian Pukul 05.00 Wita, terjadi pengeroyokan terhadap korban oleh pelaku MA dan rekan-rekannya.

Sekitar pukul 09.00 Wita, korban dibawa pelaku MA, Dion, DAS, ke rumah pelaku H di Jl. Sungai Limboto Makassar dengan menggunakan taksi online.

Korban diperiksa diri, dan membuat pelaku MA marah dan menganiaya korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang.

Pada hari Kamis (10/06/2021), pukul 06:00 Wita, korban meninggal dunia.

Mengetahui hal tersebut para pelaku berencana membawa jasad korban ke Sulteng.

Berhubung karena masalah biaya dan jauhnya lokasi, para pelaku membuang jasad korban di Camba, Mallawa, Kabupaten Maros.

Pada Jumat tanggal 11 Juni 2021 Pukul 04.00 Wita, menggunaan mobil rental merk Mobilio Para pelaku membawa jasad korban ke Camba.

Sebelumnya, mereka singgah di Alfamidi, membeli 2 botol Air 1.500 Ml kemudian botolnya di isi 2 liter bensin yang dibeli di Moncong Loe.

Setiba di Kampung Tompo Ladang Mallawa Maros, para pelaku menurunkan jasad korban dipinggir jalan kemudian sempatkan para pelaku kemudian kembali ke rumah H. Pada 11.30 Wita pelaku DAS mengecek kembali ke lokasi mayat.

Lanjut pada komfirmasi humas Polda Sulawesi selatan, Kabid Humas Poda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan juga dijelaskan Modus operandinya pelaku.

Dengan cara menemi korban di rumahnya di Gowa lalu dibawa dihotel wisata Makassar , dimana pelaku lainnya, DAS, AP TH, AI, dan MAN berada di salah satu kamar di hotel tersebut.

Kemudian MA berhubungan seksual sesama jenis dengan korban, kemudian pelaku lainnya DAS, AP TH, AI, dan MAN beralibi korban adalah pelaku pencurian Hp di Hotel Wisata.

Lalu mereka melakukan kekerasan terhadap korban, hingga korban pendarahan di kepala, setelah itu korban dibawa ke rumah H, di Jl Sungai Limboto, lalu disekap.

Pelaku MA kembali membuat korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang hingga meninggal dunia.

“Setelah meninggak dunia pelaku MA DAS, H, FS mengetahui jejak korban di daerah Camba Maros dan membakar jasda korban,” ungkap Zulfan. (SFN)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *