Bupati Sinjai Terima Suap, Belum Diproses Hukum Pasal Karet Berlaku, Betulkah Itu

  • Whatsapp
banner 468x60

Intelijen007news, Sinjai, Sulsel – Sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik (UU ITE) yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rizki Heber, SH.

Terkait, laporan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Andi Suriyanto Asapa dengan terdakwa Andi Darmawansyah atau Anca Mayor, masih terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sinjai, Selasa (08/06/2021).

Sidang kali ini adalah pembacaan duplik yang dibacakan langsung oleh terdakwa Andi Darmawansyah di depan Majelis Hakim.

Di depan Majelis Hakim, Anca Mayor menyebut penerimaan gratifikasi atau suap yang diterima Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa yang diberikan oleh mantan direktur PDAM Sinjai Suratman.

Di mana ungkapan Anca Mayor itu, dirinya memberi gambaran kepada Majelis Hakim bahwa terkait dugaan kasus korupsi yang sedang ramai diperbincangkan di kabupaten Sinjai.

“Bahwa beberapa kasus dugaan korupsi di Sinjai, salah satunya yang diakui oleh inspektur Inspektorat Andi Adeha Samsuri bahwa Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa telah menerima gratifikasi atau suap dari mantan direktur PDAM Sinjai” kata Ancha Mayor.

Berkaitan hal tersebut hingga saat ini, belum ada penegak hukum yang menangani dugaan gratifikasi atau suap seret nama Bupati Sinjai.

“Kenapa belum ada penegak hukum yang menangani, sedangkan yang menyampaikan di publik dilaporkan karena dituduh memfitnah” tanya Ancha Mayor kepada majelis hakim.

Seperti halnya di contohkan oleh Ancha Mayor secara terang terangan inspektur Inspektorat Andi Adeha Samsuri sebut Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa menerima gratifikasi dan Suap dari mantan direktur PDAM saat jumpa pers di kantor Kominfo di saat itu.

“Nyata-nyata Bupati Sinjai telah menerima tapi belum diproses, apakah penerapan hukum di Sinjai ini menggunakan pasal karet atau tumpul ke atas runcing ke bawah,” urai Anca Mayor di depan Majelis Hakim PN Sinjai.

Lanjut Anca Mayor, dirinya berharap kepada Majelis Hakim agar bertindak secara profesional.

“Apapun putusan Majelis Hakim tetap saya hormati dan hargai karena itu keputusan Negara” lanjutnya.

Sementara Ketua Majelis Hakim menyampaikan bahwa pembacaan Duplik ini akan dilanjutkan sidang putusan pada, Selasa tanggal 22 Juni Tahun 2021 pukul 09:00 pagi.

“Sidang selanjutnya langsung pembacaan putusan,” singkat Rizki Heber, SH.

Sampai berita ini di terbitkan pihak terkait belum berhasil di konfirmasi.

(SFN)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *